Selasa, 19 Mei 2020
PROPOSAL DAN BEBERAPA PENDAPATNYA
NAMA : Sukron Amin
NIM : 11711140
1. JUDUL SKRIPSI
PROPOSAL PENELITIAN
KAJIAN TENTANG FUNGSI MEMBACA AL-QUR’AN SEBAGAI PEMBANGUN KESEHATAN MENTAL
A. Latar Belakang Masalah
Membaca merupakan upaya untuk membantu perkembangan otak. Dengan membaca, otak atak menyimpan banyak informasi yang akan terus disimpan sampai mereka membutuhkan informasi itu. Membaca juga dapat membantu kita untuk terus mencari sesuatu yang baru dan menarik karena setiap yang kita baca akan memberikan informasi-informasi penting yang akan berguna dalam kehidupan. Membaca tidak saja dengan buku, dengan melihat kejadian alam sekitar pun kita telah membaca. Mata adalah kunci untuk kita bisa melihat dan membaca apa saja yang terjadi di sekitarnya. Tapi, bagaimana dengan membaca Al-Qur’an? Apa manfaat yang kita dapatkan dengan membaca Al-Qur’an?
Perintah membaca baik terhadap ayat-ayat Allah yang tersurat maupun yang tersirat sudah dicanangkan 14 abad yang lalu, saat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu yang pertama yang sekaligus melegitimasi Kenabian dan Kerasulannya. Untuk merealisasikan perintah tersebut, dibutuhkan instrumen yang melibatkan berbagai institusi sosial. Karena membaca dan menulis ayat-ayat Allah yang tersurat dan tersirat itu merupakan bagian intergral dari pendidikan Islam. Sebagaimana firman Allah SWT. dalam surat Al-Alaq ayat 1-5 :
1
Artinya : Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dan telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmulah yang paling pemurah, mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya (Depag RI, 2000:1079).
Allah menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad Saw untuk mengeluarkan umat manusia dari kegelapan dan kebodohan menuju cahaya Islam, sehingga menjadi benar-benar umat yang baik dan terbaik yang pernah ada di muka bumi ini. Diantara ciri khas atau keistimewaan yang dimiliki Al-Qur’an adalah bisa memberi syafa’at pada hari kiamat pada orang-orang yang membacanya dan mengkajinya. Al-Qur’an yang merupakan wahyu Allah Swt yang paling mulia, senantiasa telah memberikan banyak hikmah dan manfaat bagi kita yang ingin mempelajarinya. Karena kita sebagai hamba Allah Swt yang beriman hendaknya kita menunaikan kewajiban kita untuk membaca, mempelajari dan memaknai setiap ayat-ayat Al-Qur’an. Karena dengan hal itu kita akan mendapatkan banyak manfaat yang diperoleh dari mempelajari kitab suci Al-Qur’an.
Kemarahan, kekecewaan, kecemasan, dan berbagai penyakit hati lainnya merupakan hal yang menusiawi dan tidak dapat dipungkiri menjadi bagian dari karakter manusia yang memiliki akal dan nafsu. Namun, perlu disadari bahwa hal-hal tersebut hanya akan menyakiti mental dan fisik. Memang, jiwa yang sehat tidak bisa menjamin seratus persen bahwa fisik pun akan ikut sehat. Contohnya, pikiran yang sehat tanpa dibarengi dengan kesadaran dalam menjaga kebersihan. Tetapi, setidaknya dengan menjaga kesehatan dan kesucian jiwa, dapat membantu meningkatkan kesehatan mental dan kekuatan fisik.
Dengan demikian, membaca Al-Qur’an merupakan salah satu metode dalam mengatasi masalah hati. Membaca Al-Qur’an senantiasa menjadikan hati lebih tenang dan damai, karena dengan membaca Al-Qur’an secara tidak langsung sedang menghadap Allah Swt. Oleh karena itu, perbanyaklah membaca Al-Qur’an dan mengkaji ayat-ayat-Nya agar hati menjadi lebih tenang dan tentram. Maka dari itu, manusia sebagai hamba Allah Swt yang beriman agar selalu mempelajari Al-Qur’an dan mengamalkan apa-apa yang diperoleh dari mempelajari Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan pernyataan di atas, penulis akan melakukan kajian yang dituangkan dalam bentuk proposal penelitian dengan judul: “KAJIAN TENTANG FUNGSI MEMBACA AL-QUR’AN SEBAGAI PEMBANGUN KESEHATAN MENTAL”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut :
1. Bagaimana fungsi membaca Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari?
2. Bagaimana cara membangun kesehatan mental berdasarkan Al-Qur’an?
3. Bagaimana fungsi membaca Al-Qur'an sebagai pembangun kesehatan mental?
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini ini adalah sebagai berikut :
a. Untuk mengetahui fungsi membaca Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
b. Untuk mengetahui cara membangun kesehatan mental berdasarkan Al-Qur’an.
c. Untuk mengetahui fungsi membaca Al-Qur'an sebagai pembangun kesehatan mental.
2. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Bagi penulis, disamping ikut andil dalam memperbanyak khazanah karya-karya tentang pendidikan Islam, juga dengan mencoba meneliti dan mengkaji fungsi membaca Al-Qur'an sebagai pembangun kesehatan mental.
b. Bagi pembaca, kajian tentang fungsi membaca Al-Qur'an sebagai pembangun kesehatan mental ini bersifat teoritis normatif, akan tetapi nampaknya dapat diwujudkan ke dalam bahasa yang lebih operasional.
2. JUDUL PENELITIAN
JUDUL PENELITIAN
UPAYA GURU PAI UNTUK MENANGGULANGI DEKADENSI MORAL SISWA DALAM PERGAULAN SISWA DI SMA NEGERI 3 PONOROGO
II. LATAR BELAKANG MASALAH
Moral berasal dari kata Latin Mores, yang berarti tata cara, kebiasaan, dan adat.[1] Moral adalah ajaran tentang baik dan buruk suatu perbuatan,dan kelakuan. Akhlak, kewajiban, dan sebagainya. Dalam moral diatur segala perbuatan yang dinilai tidak baik dan perlu dihindari. Moral berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk membedakan perbuatan benar dan salah.[2] Perilaku moral berarti perilaku yang sesuai dengan kode moral kelompok sosial. Perilaku moral berarti perilaku yang sesuai dengan kode moral kelompok sosial. Perilaku moral dikendalikan konsep-konsep moral peraturan perilaku yang telah menjadi kebiasaan bagi anggota suatu budaya dan yang menentukan pola perilaku yang diharapkan dari seluruh anggota kelompok.[3] Suatu komunitas moral bisa dipahami hanya sebagai umat yang berada di bawah perintah Illahi, yakni suatu umat Allah, dan komunitas ini sesungguhnya berada di bawah hukum-hukum kebajikan.[4] Ada suatu aspek umum yang terdapat pada semua perilaku yang biasa kita sebut perilaku moral. Semua perilaku semacam itu selalu sesuai dengan kaidah-kaidah yang sudah ada. Bertindak secara moral berarti menaati suatu norma, yang menetapkan perilaku apa yang harus diambil pada suatu saat tertentu, bahkan sebelum kita dituntut untuk bertindak. Ruang lingkup moralitas adalah ruang lingkup kewajiban. Dan kewajiban adalah perilaku yang telah ditetapkan lebih dahulu.[5] Konsep-konsep moralitas banyak terdapat dalam kehidupan keagaamaan. Karena kita adalah umat banyak terdapat dalam kehidupan keagamaan. Karena kita adalah umat beragam, maka kita tidak bisa meninggalkan konsep-konsep, aturan-aturan, ataupun kaidah-kaidah agama dalam kehidupan kita masig-masing.[6]
Dari hasil wawancara dengan guru PAI di SMA N 3 Ponorogo telah diperoleh informasi bahwa guru PAI mengajari dan memberi bimbingan perilaku bermoral kepada siswa selama pembelajaran di dalam kelas, memperlakukan siswanya secara adil selama pembelajaran di dalam kelas maupun di luar kelas, sholat Dhuha bersama untuk yang mendapat jam pelajaran PAI pagi (jam pertama) dan sholah Dhuhur berjama’ah untuk yang mendapat jam pelajaran PAI terakhir di masjid Nurul Huda SMAN 3 Ponorogo.
Berangkat dari latar belakang masalah seperti yang diuraikan di atas, maka judul penelitian ini adalah “UPAYA GURU PAI UNTUK MENANGANI DEKADENSI MORAL SISWA DALAM PERGAULAN DI SMA NEGERI 3 PONOROGO”.
III. FOKUS PENELITIAN
Fokus penelitian ini adalah upaya guru PAI untuk menanggulangi dekadensi moral siswa dalam pergaulan yang meliputi pengertian dekadensi moral siswa, faktor-faktor penyebab terjadinya dekadensi moral siswa dalam pergaulan di SMAN 3 Ponorogo dan juga upaya-upaya yang dilakukan oleh guru PAI untuk menanggulangi dekadensi moral siswa dalam pergaulan.
IV. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan fokus penelitian tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
1. Apakah pengertian dekadensi moral siswa?
2. Apakah faktor-faktor penyebab terjadinya dekadensi moral siswa dalam pergaulan di SMAN 3 Ponorogo?
3. Bagaimana upaya-upaya yang dilakukan guru PAI untuk menanggulangi dekadensi moral siswa dalam pergaulan di SMAN 3 Ponorogo.
2. JUDUL PENELITIAN
PENGARUH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PENGAMALAN IBADAH SISWA (DI SD NEGERI 1 KECAMATAN PADANG JAYA KABUPATEN BENGKULU UTARA)
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan bernegara.
Pendidikan merupakan sistem terbuka, sebab tidak mungkin pendidikan dapat melaksanakan fungsinya dengan baik bila ia mengisolasi diri dengan lingkungannya. Pendidikan berada di masyarakat, ia adalah milik masyarakat. Itulah sebabnya pemerintah menegaskan bahwa pendidikan adalah menjadi tanggung jawab pemerintah/sekolah, orang tua dan masyarakat. Oleh karena keberadaan pendidikan seperti itu maka apa yang berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat akan berpengaruh pula terhadap pendidikan (Pidarta, 2000 : 28)
Agama memiliki peran yang amat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama menjadi pemandu dalam upaya mewujukan suatu kehidupan yang bermakna, damai dan bermartabat. Menyadari betapa pentingnya peran agama dalam kehidupan setiap pribadi menjadi sebuah keniscayaan yang ditempuh melalui pendidikan baik pendidikan di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Pendidikan agama Islam dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membentuk pesertya didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Pendidikan agama Islam diharapkan menghasilkan manusia yang selalu menyempurnakan iman dan takwa serta aktif membangun peradaban dan keharmonisan kehidupan.
Pendidikan agama Islam merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem pendidikan di Indonesia, sebagaimana yang tercantum dalam Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 12 ayat 1 butir a “Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama”. Berarti jika dalam lembaga pendidikan ada yang beragama Islam maka mereka berhak mendapatkan pengajaran agama Islam dan diajarakan oleh guru yang beragama Islam. Islam dengan tegas telah mewajibkan agar melakukan pendidikan, sebagaimana firman Allah, dalam al-Qur’an surat Al-Alaq 3-5 :
Artinya :"Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya". (Departemen Agama RI, 2005: 479).
Berdasarkan pengamatan penulis dapat digambarkan bahwa, anak didik menganggap pelajaran pendidikan agama Islam hanya merupakan ilmu pengetahuan biasa dan kurang dihayati, sehingga dalam penerapannya dalam kehidupan sehari-hari belum sesuai dengan apa yang diharapkan. Kondisi ini mencerminkan bahwa pelaksanaan pendidikan agama Islam belum terlaksana sesuai dengan tujuan pendidikan agama Islam itu sendiri. Melihat permasalahan ini, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan mengangkat judul “Pengaruh Pendidikan Agama Islam Terhadap Pengamalan Ibadah Siswa (Di SD Negeri 1 Kecamatan Padang Jaya Kabupaten Bengkulu Utara”.
B. Rumusan Masalah
Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana Pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di SD Negeri 1 Kecamatan Padang Jaya Bengkulu Utara ?
2. Bagaimana Pengamalan Ibadah Siswa di SD Negeri 1 Kecamatan Padang Jaya Bengkulu Utara ?
3. Apakah ada pengaruh pendidikan agama Islam terhadap pengamalan ibadah siswa di SD Negeri 1 Kecamatan Padang Jaya Bengkulu Utara ?
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (Field research), dengan bentuk korelasional dengan pendekatan kuantitatif.
4. JUDUL SKRIPSI
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM BAGI REMAJA
DALAM BUKU Lā Tahzan KARYA ‘‘Aidh al-Qarni
A. Latar Belakang Masalah
Dalam satu negara, pendidikan memegang peranan yang sangat penting untuk menjamin kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara, karena pendidikan merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan juga merupakan salah satu cara untuk mencapai tujuan pembangunan bangsa. Dalam pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa tujuan pendidikan adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Sasaran utama sistem pendidikan nasional adalah berpusat pada kemampuan otak dan keterampilan teknis. Belum memenuhi kebutuhan nasional yang bersifat mendesak, yaitu tersedianya orang-orang terdidik yang memiliki kemampuan menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain. Belum menghasilkan generasi baru yang berkarakter dan berjati diri, yang dapat diandalkan untuk mengambil prakarsa demi mewujudkan amanat reformasi sekaligus memperkuat fondasi NKRI dan perekat persatuan bangsa. (Sumarno, 2009: 203).
Banyak para cendekiawan muslim baik yang klasik, maupun modern yang memberikan jerih payahnya dan mendedikasikan diri dalam meletakkan fondasi konsep pendidikan Islam, salah satunya adalah ‘Aidh al-Qarni. Dalam karyanya yang buku berjudul Lā Tahzan penulis menemukan nilai- nilai pendidikan Islam sehingga dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan jiwa remaja. Selain itu buku Lā Tahzan mengajak untuk mengenal lebih dekat jiwa dan ruh kita agar senantiasa tenang menatap perjalanan masa depan. Dan untuk mendatangkan kebahagiaan, ketenangan, kedamaian, kelapangan hati, membuka pintu optimisme dan menyingkirkan segala kesulitan demi meraih masa depan yang lebih indah. Dan memang buku ini ditulis oleh ‘Aidh al-Qarni umumnya bagi masyarakat luas dan khususnya bagi para remaja karena beliau tidak ingin melihat generasi penerus bangsa menjadi generasi yang lemah dan tidak berkualitas. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis tergugah untuk menjadikan buku Lā Tahzan sebagai objek pembahasan dalam skripsi ini dengan mengangkat judul “NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM BAGI REMAJA DALAM BUKU Lā Tahzan KARYA ‘Aidh al-Qarni ”.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan tersebut di atas, maka permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana nilai-nilai pendidikan Islam ?
2. Bagaimana kehidupan dunia remaja ?
3. Bagaimana nilai-nilai pendidikan islam bagi remaja dalam buku Lā Tahzan karya ‘Aidh al-Qarni ?
5. JUDUL SKRIPSI
PERANAN PENGAWAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
TERHADAP PROFESIONALISME GURU DI MTs NW SAMAWA
KECAMATAN LABUHAN BADAS KABUPATEN SUMBAWA TAHUN PELAJARAN 2010/2011
B. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 bahwa salah satu tujuan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam GBHN Tahun 1993 “Pendidikan nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi luhur,berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, beretos kerja, profesional, bertanggung jawab, produktif, serta sehat jasmani dan rohani” (Sri Banun Muslim, 2008 : 7 ). Oleh karena itu mutu pendidikan Nasional perlu ditingkatkan. Untuk mencapai pendidikan yang berkualitas tentunya dibutuhkan tenaga pendidik yang professional, seperti yang tertera dalam UU RI No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, “pendidik merupakan tenaga professional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan” sehingga tujuan yang terdapat dalam Undang- Undang Dasar 1945 dan GBHN 1993 dapat tercapai sebagaimana yang diharapkan.
Dalam Undang- undang No. 2 Tahun 1989, Tentang Sistem Pendidikan Nasional yang diikuti oleh Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 1992, disempurnakan menjadi Peraturan Pemerintah No. 39 Tahun 2000 Tentang Sistem Tenaga Kependidikan merupakan salah satu landasan konstitusional bagi pengembangan Pengawasan Pendidikan Agama. Disamping peraturan tersebut, dikeluarkan peraturan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kepala Badan Administrasi Keuangan No. 118 Tahun 1996 No. 0322/0/1996 dan No. 38 Tahun 1996 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kredit. Dalam SK Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No. 188 Tahun 1996 dengan tegas dinyatakan bahwa Pengawas Sekolah diangkat dari Kalangan Guru. Berdasarkan Undang-undang dan Peraturan yang telah disebutkan diatas, maka dapat difahami keberadaan Pengawas saat ini dan yang akan datang. Mengingat jabatan Pengawas merupakan jabatan yang strategis, maka tidak sembarangan guru dapat menduduki jabatan tersebut.
Dalam meningkatkan profesionalisme, guru dapat dibimbing oleh supervisor yang dalam istilah pendidikan disebut Pengawas. Pengawas mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sangat berat, serta mempunyai peranan yang sangat penting terhadap perkembangan dan kemajuan sekolah keberadaannya sangat diharapkan oleh guru dalam rangka membantu dan membimbing guru ke arah tercapainya peningkatan kualitas pembelajaran guru mata pelajaran, khususnya mata pelajaran agama Islam di lingkungan sekolah-sekolah yang bernaung pada Kementerian Agama. Dalam melaksanakan tugasnya pengawas berkewajiban membantu para guru dengan memberikan bimbingan dan dukungan agar guru dapat melaksanakan tugasnya, baik sebagai pendidik maupun pengajar.
Berangkat dari latar belakang diatas peneliti tertarik menjadikan MTs NW Samawa sebagai objek penelitian tentang “Peranan Pengawas Pendidikan Agama Islam Terhadap Profesionalisme Guru”.
2.Alasan Memilih Judul
Adapun alasan penulis mengangkat judul tersebut adalah sebagai berikut:
2.1. Menurut peneliti Peranan Pengawas Pendidikan Agama Islam sangat strategis dalam meningkatkan kompetensi dan professional guru sehingga sangat menarik untuk diteliti dan sepengetahuan penulis belum ada yang mempublikasikannya, dan kedepannya bisa dijadikan rujukan untuk memperoleh informasi tentang peranan pengawas pendidikan agama Islam terhadap profesionalisme guru.
2.2. Kurangnya minat masyarakat memasukkan putera puterinya ke lembaga pendidikan agama karena sebagian masyarakat masih menganggap madrasah adalah alternatif terahir dalam menyekolahkan putera puterinya karena menganggap mutu pendidikan agama masih dibawah lembaga pendidikan umum, dari opini masyarakat tersebut peneliti merasa tergugah untuk menelusuri tentang peranan pengawas pendidikan agama Islam dalam meningkatkan mutu pendidikan di madrasah.
3. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka peneliti merumuskan masalah sebagai berikut :
3.1. Bagaimana peranan pengawas pendidikan agama Islam terhadap pembinaan profesionalisme guru di MTs NW Samawa Kecamatan Labuhan Badas Kabupaten Sumbawa Tahun Pelajaran 2010/2011 ?
3.2. Bagaimana bentuk-bentuk pembinaan profesionalisme guru di MTs NW Samawa Kecamatan Labuhan Badas Kabupaten Sumbawa Tahun Pelajaran 2010/2011 ?
3.3. Apa kendala-kendala yang dihadapi dalam pembinaan profesionalisme guru di MTs NW Samawa Kecamatan Labuhan Badas Kabupaten Sumbawa Tahun Pelajaran 2010/2011 ?
3.4. Apa solusi dalam mengatasi kendala-kendala dalam pembinaan profesionalisme guru di MTs NW Samawa Kecamata Labuhan Badas Kabupaten Sumbawa tahun pelajaran 2010/2011?
Ulasan Terhadap Skripsi di Atas :
Menurut saya sangat tertarik untuk penelitian berjudul PERANAN PENGAWAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PROFESIONALISME GURU DI MTs NW SAMAWA KECAMATAN LABUHAN BADAS KABUPATEN SUMBAWA TAHUN PELAJARAN 2010/2011 karena pada penelitian ini kita banyak diajarkan menjadi guru sekaligus menjadi pengawas di tambah pada penelitiannya kita dapat mempraktekkannya pada lingkungan sekitar kita. Pada penelitian ini saya dapat meneliti lingkungan saya sendiri dengan cara meneliti sekolah atau lembaag lembaga pendidikan yang ada di lingkungan saya.
Menelitia peranan pengawas bukanlah hal yang mudah tapi dengan adanya rintangan itu bagi saya menjadi tantangan yang cukup menarik dengan gaya penelitian yang disediakan di atas. Penelitian yang berbasi Pendidikan Agama Islam adalah hak bagi semua calon sarjana PAI karena dengan jurusan yang dijalani mahasiswa, mahasiswa dapat lebih mempraktekkannya terhadap lingkungannya sendiri.
Langganan:
Komentar (Atom)
PROPOSAL DAN BEBERAPA PENDAPATNYA
NAMA : Sukron Amin NIM : 11711140 1. JUDUL SKRIPSI PROPOSAL PENELITIAN KAJIAN TENTANG FUNGSI MEMBACA AL-QUR’AN SEBAGAI PEMBANGUN...
-
Hi guys, perkenalkan nama saya Syukron Amin biasa dipanggil Sukron saya lahir di Pontianak 08 Maret 1997. Saya seorang Mahasiswa di I...
-
https://youtu.be/do6EGJQXHx4 Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang membuat hati ini senang apa lagi dengan keadaan buka puasa, puisi ini ...
-
COVID 19 VS KULIAH ONLINE Seperti yang kita tahu bersama bahwa Covid 19 ini muncul pada awal tahun 2020, sehingga ada beberapa pih...
